Kekuatan Lentur Balok Beton dengan Penambahan Serat Karbon (Carbon Fiber Reinforced Polymer)

Authors

  • Samuel Layang Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Universitas Palangka Raya
  • Eliatun Program Studi Teknik Sipil, Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.20527/bpi.v7i2.243

Keywords:

kekuatan lentur, CFRP, pola retak, jenis keruntuhan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kuat lentur, pola retak, dan pola keruntuhan pada balok beton bertulang dengan penambahan serat karbon (Carbon Fiber Reinforced Polymer, CFRP). Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan benda uji balok berukuran 60 cm × 15 cm × 15 cm, terdiri dari tiga tipe: (1) balok tanpa CFRP (BN) sebanyak 2 buah, (2) balok dengan tambahan CFRP di sepertiga bagian tengah (BCC) sebanyak 3 buah, dan (3) balok dengan CFRP sepanjang balok (BFC) sebanyak 3 buah. Semua balok menggunakan beton normal dengan mutu rencana 30 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola retak pada semua balok dimulai dari tumpuan dan bergerak diagonal ke arah beban, mengindikasikan keruntuhan akibat tekan geser. Momen tahanan rata-rata balok tanpa CFRP (BN) adalah 6,379 kNm, balok BCC 7,850 kNm, dan balok BFC 7,801 kNm. Penambahan CFRP pada balok, terutama pada tipe BCC, meningkatkan kapasitas momen tahanan dan menunjukkan efektivitas penguatan di area kritis balok.

References

American Concrete Institute (ACI). (2017). 440.2R-17: Guide for the design and construction of externally bonded FRP systems for strengthening concrete structures.

Amelia, R., Suhendra, S., & Amalia, K. R. (2021). Hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi kuat tekan beton. Jurnal Talenta Sipil, 4(2), 225.

Belarbi, A., & Dawood, M. (2016). Sustainability of construction materials: Sustainability of fiber reinforced polymers (FRPs) as a construction material (2nd ed.). Elsevier Ltd. https://doi.org/10.1016/B978-0-08-100370-1.00020-2

Damayanti, Y. (2015). Hubungan nilai abrasi agregat kasar terhadap kuat tekan beton. Senarigti, 9–10.

Firnanda, A., Kurniawandy, A., & Ermiyati. (2015). Kuat tekan beton dan waktu ikat semen Portland komposit (PCC). Jurnal Sipil Statik, 3, 103–111.

Intara, I. W. (2014). Perbedaan umur pencapaian kuat tekan beton dari perekat semen OPC, PPC dan PCC. Jurnal Logic, 14(2), 82–86.

Ireneus, P. G. (2012). Perbandingan kekuatan lentur balok beton bertulang dengan menggunakan perkuatan CFRP dan GFRP. Intergovernmental Panel on Climate Change, 1–9.

Layang, S., & Wiratno. (2013). A comparison of the flexure behavior of normal concrete beam compiled by gravel and crushed stone. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan BALANGA, 1(1), 20–29.

Karbhari, V. M. (2011). Databases and knowledge-based systems for service life estimation of fiber reinforced polymer (FRP) rehabilitated civil engineering structures. Woodhead Publishing Limited.

Mukhtar, F. M., & Shehadah, M. E. (2021). Shear behavior of flexural CFRP-strengthened RC beams with crack-induced delamination: Experimental investigation and strength model. Composite Structures, 268, 113894. https://doi.org/10.1016/j.compstruct.2021.113894

Respati, S. W., & Achmad, K. (2017). Pengaruh arah serat carbon fiber reinforced polymer terhadap kuat tekan beton normal menggunakan material lokal pasir Samboja di wilayah Kalimantan Timur. JTT (Jurnal Teknologi Terpadu), 5(1), 19.

Saleem, M. U., Khan, A., Yousaf, M., Ashraf, M., & Nawaz, M. A. (2019). Cracking behavior of RC beams strengthened with different amounts and layouts of CFRP. Applied Sciences (Switzerland), 9(5), 1–19.

Sari, R. A. I., Wallah, S. E., & Windah, R. S. (2015). Pengaruh jumlah semen dan fas terhadap kuat tekan beton dengan agregat yang berasal dari sungai. Jurnal Sipil Statik, 3(1), 68–76.

Sumargo, R. G. (2014). Kapasitas penggunaan carbon fiber reinforced polymer (CFRP) berlapis banyak terhadap perkuatan lentur struktur balok beton bertulang. IRWNS, 2, 126–133.

Tarigan, J., & Meka, R. (2018). The usage of carbon fiber reinforcement polymer and glass fiber reinforcement polymer for retrofit technology building. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 126, 1–9.

Downloads

Published

2024-08-01