Evaluasi Faktor Penyebab Keterlambatan Kerja Pada Proyek Pekerjaan Pembangunan Penggantian Jembatan Sei. Ata IV di Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan
DOI:
https://doi.org/10.20527/bpi.v1i2.8Abstract
Pembangunan sarana dan prasarana transportasi, kesehatan, pendidikan serta pemerintahan. Kegiatan ini dilaksanakan juga pada pembangunan Jembatan Sei. Ata IV yang terdahulu tidak layak fungsi serta banyaknya kerusakan pada struktur bawah dan atas bangunan yang ada sehingga tidak memadai untuk digunakan secara maksimal Proyek Penggantian Jembatan Sei. ATA IV. Berdasarkan indentifikasi dilapangan penyebab keterlambatan Penggantian Jembatan Sei. ATA IV dengan metode RRI dengan nilai (>) 0.400 yaitu kondisi cuaca yang tidak terduga sebelumnya, kekurangan tenaga kerja/personil, kekurangan peralatan, kesalahan yang terjadi selama pelaksanaan proyek sehingga harus dikerjakan kembali, prediksi terhadap lokasi lapangan atau geografis proyek, terlambat membayar upah pekerja, dan faktor-faktor yang paling dominan yang menyebabkan keterlambatan dalam pengerjaan proyek tersebut. Berdasarkan indentifikasi di lapangan faktor-faktor yang paling dominan yang menyebabkan keterlambatan dalam pengerjaan proyek tersebut adalah lambatnya dalam proses pembebasan lahan pada lokasi pekerjaan, sering terjadinya perubahan desain pada item-item tertentu, terlambat membayar upah pekerja, adanya pekerjaan yang ditiadakan dan ditambahkan, sehingga terjadi perubahan volume pekerjaanReferences
Arditi dan Patel. 1989. “Impact Analysis of Ownerâ€.dkjaf
Assaf et al. 1995. Causes of Delay in Large Building Contruction Project.
Direktorat Jendral Bina Marga. Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Kalimantan Selatan
Kusjadmikahadi, R. Amperawan, 1999.Studi Keterlambatan Kontraktor Dalam melaksanakan Proyek Konstruksi di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Levis dan Atherly. 1996. “Delay Constructionâ€
Selaras Mandiri Sejahtera, PT. 1993. “Petunjuk Pelaksanaan Pekerjaanâ€. Badan Penerbit PT. Selaras Mandiri Sejahtera, Banjarmasin.
Sugiyono, (2008). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung Alfabeta

