Kebijakan Perbaikan Angkutan Feeder untuk Menunjang BRT Berdasarkan Persepsi Masyarakat Pengguna
DOI:
https://doi.org/10.20527/bpi.v3i1.60Abstract
Kebijakan angkutan feeder perlu diperhatikan berkenaan untuk meningkatkan pelayanan pergerakan penumpang. Kebijakan untuk perbaikan dianalisis berdasarkan persepsi pelaku pergerakan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pekerjaan Penyusunan Dokumen Kebutuhan Feeder Dan Kelayakan Angkutan Massal BRT Banjarbakula (Sebagian Banjarmasin-Banjarbaru) Tahun 2018. Metode yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS) dengan pendekatan Second Order Confirmatory Factor Analysis (SO-CFA). Hasil analisis memperlihatkan bahwa dari 44 indikator (persepsi) yang diuji hanya 16 indikator yang relevan mempengaruhi penggunaan angkutan feeder sebagai dasar pengambilan prioritas kebijakan. Kebijakan yang harus diperhatikan tersebut meliputi empat kebijakan berkaitan dengan sistem transportasi, dua kebijakan mengenai karakteristik pergerakan, dua kebijakan sehubungan dengan sosio-demografi pengemudi, dua kebijakan kinerja kendaraan, dan dua indikator berkaitan dengan kondisi halte.Kata kunci: angkutan feeder, kebijakan, persepsi, PLSReferences
Chin, W. W. & Dibbern, J. (2010), An Introduction to a Permutation Based Procedure for Multi-Group PLS Analysis: Results of Tests of Differences on Simulated Data and a Cross Cultural Analysis of the Sourcing of Information System Services Between Germany and the USA. In. Vinzi, V. E., Chin, W. W., Henseler, J., & Wang, H. (Eds.), Handbook of Partial Least Squares Concepts, Methods and Applications (pp. 171-194), Berlin: Springer.
Chin, W. W. (1998), The Partial Least Square Approach for structural equation modeling. In G. A. Marcoulides (Ed.), Modern methods for business research (pp. 295-236), London: Lawrence Erlbaum Associates.
Departemen Perhubungan Republik Indonesia (2005). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: KM. 49 Tahun 2005 tentang Sistem Transportasi Nasional (Sistranas). Jakarta: Departemen Perhubungan.
Gefen, D., Straub, D. W., & Boudreau, M.-C. (2000), Structural Equation Modelling and Regression: Guidelines for Research Practice. Communications of the Association for Information Systems , 4 (7), pp. 1-79.
Hair, J. F., Sarstedt, M., Ringle, C. M., & Mena, J. A. (2011), An Assessment of the Use of Partial Least Squares Structural Equation Modeling in Marketing Research. Journal of Academy of Marketing Science, 40 (3), pp. 414–433.
Henseler, J., Ringle, C. M., & Sinkovics, R. R. (2009), The Use of Partial Least Squares Path Modeling In International Marketing. New Challenges to International Marketing Advances in International Marketing , 20, pp. 277–319.
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (2013). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM. 98 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek. Jakarta: Kementerian Perhubungan.
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (2015). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM. 29 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 98 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek. Jakarta: Kementerian Perhubungan.
Pati, R., Radam I.F. & Arifin, A. (2009). Persepsi Penumpang Terhadap Kualitas Pelayanan Angkutan Travel Rute Muara Teweh – Banjarmasin. Simposium XII FSTPT. Surabaya: Universitas Kristen Petra.
Radam I.F. (2018), Perlu Tahapan (Dishub Kesulitan Ganti Angkot), Banjarmasin Post, 25 Mei 2018, Rublik New Analysis: 14 (1).
Radam, I. F., Kartadipura, R.H., & Yuliana, C. (2014). Passengers’ Perception of Service Quality of Intercity Public Transport: A Banjarmasin Case Study. IOSR Journal of Mechanical and Civil Engineering, 11 (6), 11-16.
Radam, I. F., Mulyono, A. T., & Setiadji, B. H. (2015). Influence of Service Factors in The Model of Public Transfort Mode: A Banjarmasin-Banjarbaru Route Case Study. International Journal for Traffic and Transport Engineering, 5 (2), 108-119.
Radam, I.F., Mahmud, & Alexander, S.A.D. (2018). Factor Analysis of the Influence of River Crossing Ferry Use – A Case in Banjarmasin and Kuala Kurun. International Review of Civil Engineering, 9 (4), pp. 156-160.
Ringle, C. M., Wende, S., & Becker, J.-M. (2015), "SmartPLS 3." Boenningstedt: SmartPLS GmbH, http://www.smartpls.com.
Vinzi, V. E., Trinchera, L., & Amato, S. (2010), PLS Path Modeling: From Foundations to Recent Developments and Open Issues for Model Assessment and Improvement. In V. E. Vinzi, W. W. Chin, J. Henseler, & H. Wang (Eds.), Handbook of Partial Least Squares Concepts, Methods and Applications (pp. 47-82), Berlin: Springer.
Wold, H. O. (1980), Model Construction and Evaluation when Theoretical Knowledge Is Scarce. In J. Kmenta, & J. B. Ramsey (Eds.), Evaluation of Econometric Models (pp. 47 – 74), New York: Academic Press.
Wold, H. O. (1982), Soft Modeling: The Basic Design and Some Extensions. In K. G. Jöreskog, & H. O. Wold (Eds.), Systems under Indirect Observation: Causality, Structure, Prediction (pp. 1-54), Amsterdam: North-Holland.

