Optimalisasi Geometri Lereng Tunggal Tambang Nikel dengan Kondisi Statik dan Dinamik

Authors

DOI:

https://doi.org/10.20527/bpi.v7i2.249

Keywords:

kestabilan lereng, lereng tunggal, nikel, geometri lereng

Abstract

Geometri lereng tunggal di tambang nikel memiliki peran krusial dalam memastikan kestabilan dan kelangsungan operasional tambang. Ketidakstabilan lereng dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kesalahan dalam desain geometri front penambangan—seperti ketinggian dan kemiringan lereng—karakteristik batuan, serta faktor eksternal di lapangan, seperti tingkat muka air tanah dan aktivitas penambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan geometri lereng tunggal dengan mempertimbangkan kondisi statik dan dinamik guna meningkatkan efisiensi operasional dan keselamatan tambang. Implementasi geometri lereng yang optimal diharapkan dapat memaksimalkan produksi, mengurangi risiko longsoran, dan menekan biaya operasional akibat kegagalan lereng. Metode penelitian mencakup studi pustaka mengenai kondisi geologi daerah penelitian, pengambilan sampel, serta pengujian laboratorium untuk menentukan sifat fisik dan mekanik material penyusun lereng. Selanjutnya, dilakukan analisis geoteknik terhadap kestabilan lereng dalam kondisi statik dan dinamik guna menghasilkan rekomendasi desain yang sesuai dengan standar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa geometri lereng optimal pada litologi Limonit adalah tinggi 3 m dengan sudut 70° dan tinggi 6 m dengan sudut 65°. Untuk litologi Saprolit, geometri optimal adalah tinggi 3 m dengan sudut 70° dan tinggi 6 m dengan sudut 55°, sementara pada litologi Bedrock, tinggi 3 m dengan sudut 70° dan tinggi 6 m dengan sudut 70° merupakan konfigurasi yang paling stabil.

References

Arief, M. Z. (2020). Studi pengaruh geometri lereng pada analisis kemantapan lereng 2D dan 3D dengan metode kesetimbangan batas. Indonesian mining professionals journal, 2(1), 51–56.

Arif, I. I. (2016). Geoteknik Tambang. Gramedia Pustaka Utama.

Azizi, M. A., Hakim, R. N., & Nugraha, A. D. (2019). Optimalisasi Geometri Lereng Tambang Nikel Menggunakan Metode Probabilistik Pada Hill Pit 05 PT Vale Indonesia Tbk, Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Geomine, 8(1), 74–79.

Hoek, E. (2007). Praktical Rock Engineering, Course Notes & Books. Rocscience corner, https://www.rocscience.com/learning/hoeks-corner/course-notes-books.

Jarot, J. P., & Astuti, T. L. R. (2023). Nikel Laterit Pulau Gag: Menelusuri Proses Terbentuknya dan Implikasinya dalam Industri Pertambangan. ReTII, 18(1), 871–880.

Kepmen, E. S. D. M. (2018). Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik. Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik.

Prasetyo, M., Zakaria, Z., & Sophian, R. (2020). Hubungan Tinggi dan Sudut Lereng Terhadap Potensi Longsor Yang Diindikasikan Oleh Faktor Keamanan pada Lereng Tunggal. Padjadjaran Geoscience Journal, 4(3), 238–242.

Rumsowek, P. D., & Birawaputra, I. (2019). Analisis Kestabilan Lereng Penambangan Nikel Pada PT. Gag Nikel Dengan Menggunakan Metode Bishop. INTAN Jurnal Penelitian Tambang, 2(2), 147–154.

Steffen, O. K. H., Contreras, L. F., Terbrugge, P. J., & Venter, J. (2008). A risk evaluation approach for pit slope design. ARMA US Rock Mechanics/Geomechanics Symposium, ARMA-08.

Wesseloo, & Stacey, P. (2009). Open Pit Slope Design. CSIRO Publishing.

Downloads

Published

2024-09-23