Analisis Campuran Panas Aspal Beton (LASTON AC-WC) dengan Batas Gradasi Menerus Agregat Campuran No. IV (Quarry Ex. Kali Mio, Desa Mio, NTT)
DOI:
https://doi.org/10.20527/bpi.v7i2.245Keywords:
gradasi, analisa saringan, Marshall test, beton aspal AC-WCAbstract
Jalan raya merupakan infrastruktur vital yang berperan sebagai sarana penghubung antarwilayah. Kerusakan jalan tidak hanya menghambat aktivitas perekonomian, tetapi juga berpotensi menyebabkan kecelakaan. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah degradasi jalan akibat kualitas aspal yang buruk. Berdasarkan data DJBM PUPR tahun 2023, 70,23% kondisi jalan di NTT mengalami kerusakan sedang hingga berat. Komposisi aspal hotmix merupakan faktor krusial yang mempengaruhi kualitas perkerasan jalan. Campuran aspal terdiri dari agregat kasar dan halus yang harus memenuhi standar pengujian agregat, yang salah satunya ditentukan melalui uji analisis saringan (gradasi). Pada penelitian ini, campuran beton aspal AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) dirancang menggunakan metode Marshall untuk menentukan kadar aspal optimal (KAO). Material yang digunakan berasal dari Quarry Kali Mio milik PT. Nanda Karya Putra Pratama, sementara data uji laboratorium diperoleh dari PT. Nanda Putra Pratama Karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter Marshall yang memenuhi standar Bina Marga Terkendali Revisi II Tahun 2018 adalah stability sebesar 1150,65 kg, flow 3,13 mm, Marshall quotient 1,15, VIM 3,48%, VMA 16,75%, dan VFB 79,26%. Berdasarkan analisis, KAO yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 6,0%, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya tahan perkerasan jalan di wilayah NTT.References
Ariyanti, D., Sutrisno, W., & Haza, Z. F. (2018). Pengaruh komposisi agregat kasar terhadap campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC). RENOVASI: Rekayasa dan Inovasi Teknik Sipil, 7(February).
Direktorat Jenderal Bina Marga. (2020). Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan (Revisi 2). Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat, Oktober, 1036.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2019). Perancangan dan Pelaksanaan Campuran Beraspal Panas Bergradasi Menerus (Laston) Menggunakan Slag. Pedoman Bahan Konstruksi Bangunan Dan Rekayasa Sipil, Pd 05 - 2018- B SE, 1–42.
Laitupa, L., Siahaya, V., & Huwae, D. D (2022). Analisis Campuran Kerja (Jmd) dari Rancangan Campuran Aspal Ac-Wc pada Rekonstruksi Ruas Jalan Taniwel Saleman. Journal Agregate, 1(1).
Lebang, N. L., & Lewaherilla, N. M. Y. (2021). Analisa stabilitas campuran aspal beton lapis aus (AC-WC) dan karet alam sebagai material perkerasan jalan. Jurnal Manumata, 7(2), 140.
SNI 06-2489. (1991). Metode Pengujian Campuran Aspal dengan Alat Marshall. Badan Standardisasi Nasional, 1, 7.
SNI 03-1737. (1989). Tata Cara Pelaksanaan Lapis Aspal Beton (LASTON) Untuk Jalan Raya, Departemen Pekerjaan Umum.
Suhardi, S., Pratomo, P., & Ali, H. (2016). Studi karakteristik Marshall pada campuran aspal dengan penambahan limbah botol plastik. Jurnal Riset dan Studi di Bidang Teknik Sipil (JRSDD), 4(2), 284-293.
Sukirman, S (2003) Beton Aspal Campuran Panas, Penerbit Nova Bandung.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Yantika Taruk Rante, Susilowati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

