Fleksibilitas Lantai Hunian: Alternatif Konsep Mitigasi Banjir di Kota Barabai

Authors

  • Muhammad Alfreno Rizani Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Kiky Permana Setiawan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Sa'dianoor Sa'dianoor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Hulu Sungai Tengah
  • Achmad Syarif Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Ferdi Saputra Nur Alim Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Erwin Wahyuni Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Nanda Safitri Esti Chomah Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.20527/bpi.v6i1.150

Abstract

Kota Barabai merupakan salah satu kota yang berada di lembah Pegunungan Meratus. Kota ini kerap dilanda banjir dalam 2 tahun terakhir. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Hulu Sungai Tengah, pada tahun 2021 terjadi bencana banjir terparah dalam 20 tahun terakhir. Hal ini menyebabkan bangunan sering tergenang banjir, sehingga bangunan harus didesain mampu beradaptasi dengan kondisi banjir. Untuk itu diperlukan adanya kajian terkait konsep hunian tersebut[NA1] , salah satunya adalah dengan menggunakan konsep fleksibilitas lantai pada hunian. Hal ini dimaksudkan untuk tetap memberikan ruang bagi air saat terjadi banjir. Adapun metode yang digunakan untuk penelitian ini menggunakan metode eksplorasi-deskriptif dengan pendekatan arsitektur amfibi. Konsep ini dinilai menjadi alternatif terbaik untuk merencanakan hunian di perkotaan yang berada di daerah rawan banjir. Pada akhirnya, ditemukan sebuah prototipe bangunan yang mampu beradaptasi terhadap banjir dengan memanfaatkan material yang murah dan mudah diaplikasikan.Kata kunci: Banjir, Fleksibilitas, Hunian, Prototipe 

Author Biography

Muhammad Alfreno Rizani, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

References

Azizah, M., Sumadyo, A., & Iswati, T. Y. (2022). Penerapan Arsitektur Amfibi sebagai Respon Terhadap Banjir di Bandarharjo, Semarang Utara. SENTHONG: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur, 302-305.

BNPB. (2022). Data Bencana Banjir. Jakarta: Geoprtal Data Bencana Indonesia BNPB.

Mansyur. (2022, Juni 23). Barabai Memiliki Catatan Sejarah Banjir Sejak 1928. Diambil kembali dari Klikkalsel.com: https://klikkalsel.com/barabai-memiliki-catatan-sejarah-banjir-sejak-1928/

Prihatmaji dan Nugraha, 2. (2019). Keeping the Floating House Afloat in Banjarmasin: Implementation Potential of EPS Floating Technology for Foundation Engineering. MATEC Web of Conferences Volume 280, 13.

Seman, S., & Irhamna. (2001). Arsitektur Tradisional Banjar Kalimantan Selatan. Banjarmasin: Ikatan Arsitek Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan.

Werdiono, D. (2013, April 8). Kota Barabai Dilanda Banjir. Diambil kembali dari Kompas.com: https://health.kompas.com/read/2013/04/08/10141773/~Regional~Kalimantan

Wijanarka. (2019). Arsitektur Amfibi. CV. Sarnu Untung.

Yanuarto, T. (2021, Mei 1). Bencana Hidrometeorologi Dominan Sepanjang Awal Januari Hingga Akhir April 2021. Diambil kembali dari BNPB: https://bnpb.go.id/berita/bencana-hidrometeorologi-dominan-sepanjang-awal-januari-hingga-akhir-april-2021

Downloads

Published

2023-01-21