Penggunaan Metode Trilaterasi dan Triangulasi untuk Perhitungan Luas (Studi Kasus Luas Tanah Gedung Veteran Banjarmasin)

Riska Hawinuti

Abstract


Trend peningkatan kesadaran pemilik lahan atas status kepemilikannya, mengakibatkan perlunya aktivitas pengukuran ulang luas tanah, yang mewajibkan adanya  rekonstruksi tanda-tanda batas tanah agar sesuai dengan data pengukuran sebelumnya, untuk menghindari perselisihan dan sengketa kepemilikan lahan di kemudian hari, serta menjamin kelestarian kepastian hukum objek hak. Output lain dari pengukuran luas tanah ini juga dapat digunakan untuk kepentingan lain, yaitu sebagai data pendukung dalam bidang konstruksi dan bidang hukum pertanahan, pajak bumi dan bangunan, perubahan status hukum tanah dan lain sebagainya. Tujuan penulisan artikel ini adalah mengetahui luas tanah pada gedung Veteran Banjarmasin menggunakan alat theodolite digital dengan perhitungan menggunakan metode Trilaterasi dan Triangulasi untuk dibandingkan dengan luas tanah resmi sesuai SK Gubernur Kalimantan Selatan nomor 158.44/0134/KUM/2014 tentang Penetapan Status Penggunaan Tanah dan Bangunan Milik Pemprov Kalimantan Selatan, dimana pemilihan kedua metode tersebut didasari pada penerapan perhitungan yang sederhana dan tidak tidak diperlukannya titik ikat tertentu saat mendirikan alat.Luas lahan Gedung Veteran Banjarmasin secara resmi adalah 11.183 M2 dan dengan diukur metode Trilaterasi dan Triangulasi, diperoleh hasil berturut-turut sebesar  10.551,917 M2 dan 10.551,918 M2. Persentase selisih luas lahan dengan menggunakan alat ukur dan  data luas lahan berdasarkan data resmi adalah sebesar 631,08 M2 (5, 65%).

Kata kunci: luas, theodolite digital, triangulasi, trilaterasi.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.20527/bpi.v5i1.125

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

Flag Counter

 Creative Commons License
Buletin Profesi Insinyur is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.